0

Wisudaaa! :D

Kemarin tepat tanggal 25 April 2013, alhamdulillah saya resmi menyandang gelar M.H. (Magister Hukum)…Suatu pencapaian yang cukup melelahkan untuk saya karena disamping saya kuliah, saya juga bekerja..Hehehehehe…
Prosesnya seperti saat saya wisuda S1.. Tapi bedanya, saya tidak ke salon melainkan dandan sendiri..Hehehee..Untung hijab saya juga mudah dan sudah cantik *dengan pita yang sudah dirangkai cantik* jadi hanya tinggal dipasang saja..Selain itu,untuk make-up, saya sudah punya foundation dan bedak compact powder yang merek P*geon, eyeshadow 3 warna dan lipstick merah..Hehehehehhee…
Berangkat jam 6 kurang sedikit dan sampai di GSP jam 6 lebih sedikit.. Lalu, tandatangan daftar hadir sekaligus sebagai tanda bahwa akan menerima ijazah..Karena kalau tidak tandatangan, ijazah tidak akan diberikan walaupun orang yang bersangkutan sudah hadir dan mengenakan toga..Begitcuuu…
Jam 7, para calon wisudawan dan wisudawati *termasuk saya* masuk ke GSP dan mengikuti prosesi wisuda.. Ada perasaan haru, deg-degan, senang, lega, dan bersyukur di saat menerima ijazah dari Dekan FHUGM..Hehehehehe…Lalu, setelah acara wisuda di GSP selesai, acara dilanjutkan dengan penerimaan Transkrip Nilai di Fakultas Hukum UGM yang diberikan oleh Pengelola MH UGM..Kira-kira jam 13.00, acara telah selesai dan Ijazah serta Transkrip Nilai telah saya terima dan alhamdulillah, saya tidak ada menemukan kesalahan apapun di dalamnya..

Meski, belum foto dengan keluarga dengan menggunakan toga wisuda,tapi saya senang sekali *acara yang selalu dilakukan oleh wisudawati atau wisudawan setelah lulus sebagai acara puncak pertama selain makan-makan tanda syukuran sebagai acara puncak kedua*

Semoga Gusti Allah mengabulkan permintaan saya.. Saya dijadikan abdi pendidik untuk adik-adik saya, meski ilmu saya masih sedikit.. Alhamdulillah,saya sudah mendapatkan tawaran dari PTS di Jakarta *PTS ini termasuk salah satu dari 5 PTS besar dan PTS ini punya kampus nasional dan kampus internasional *meski saya belum mengirimkan perangkat akademik dan mengikuti tes*.. tapi, saya sudah cukup jipeeeerr, pas liat profil member of faculty list-nyaa!!..

Wisuda bukan akhir segalanya..Tapi, awal segalanya.. Awal menuju *suasana* yang lebih layak dan bagus..Semoga ilmu saya barokah!!

Semangkaaaa!! Semangaaaaat!!! Semangkaaaaa!!

Advertisements
3

Wisuda (Graduation Day) dan bedanya S1 dan S2

Insya Allah, tanggal 25 April besok, saya resmi mendapat gelar M.H. (Magister Humoris) ๐Ÿ˜€ Saya sendiri tipe orang yang nggak begitu heboh dengan gelar di belakang nama saya.. Bahkan saya cenderung malas untuk mencantumkan gelar saya.. Jadi hanya nama saya saja yang ditulis..Hehehehe..

Ada bedanya wisuda Sarjana dengan Magister di Kampus saya..

Wisuda untuk Sarjana bisa dibilang paing heboh ya..Secara juga pencapaian paling utama dalam hidup untuk membenahi kehidupan selanjutnya..Untuk di kampus saya, pakaian wisudawati pun harus memakai baju nasional alias kebaya..Jadi,beraneka warna dan ragam kebaya pun dipakai oleh para wisudawati..Selain itu, aneka bentuk sanggul atau hijab yang berbunga-bunga dan warna yang match dengan kebayanya pun juga menghiasi Grha Saba Permana..Tak lupa, make up yang tebal dan *kadang* membuat pangling muka wisudawati pun juga menghiasi.. Saya termasuk di dalamnya lho.. Sampai-sampai, mata saya gatal karena tempelan bulu mata palsu. Pengen digaruk tapi nanti takut lepas.. Kalau ga dipasang, mata saya serasa nggak ada bulu mata karena pas didandanin, bedaknya tebal sekali dan bulu mata asli saya hampir nggak terlihat *selain efek eyeshadow dan alis mata*.. Untung hanya sehari.. Coba kalau sampai 1,5 hari sampai 2 hari.. Bisa mati berdiri saya!

Saya bersyukur wisuda pascasarjana ini lebih sederhana.. Bahkan sangat sederhana.. Baju yang dikenakan pun kemeja putih dan bawahan gelap.. Tidak harus hitam sih, tapi harus gelap.. Untuk wisudawati pun diperbolehkan untuk mengenakan celana panjang.. Yeesss!! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ Selain itu, seluruh wisudawan dan wisudawati harus memakai dasi kupu-kupu.. Agak nyeleneh sih menurut saya.. Mungkin sebagai gantinya dasi panjang karena ketutup toga.. Untuk wisuda kali ini, saya nggak ada persiapan apapun.. Hijab seadanya hanya saya ingin memakai warna hijau muda.. Selain itu, make up pun sendiri saja.. Mungkin saya nanti beli foundation sendiri dan bedaknya pakai bedak P*geon saja.. Lipstick yang warna soft saja..Hehehehee… Saya malah mau pakai celana warna abu-abu saja karena saya takut kesrimpet sama toga.. Hehehehe…

Buat saya pribadi, inti dari wisuda ini yang ingin saya dapatkan.. Yaitu Ijazah dan transkrip! ๐Ÿ˜€ Karena Alhamdulillah, saya sudah ditawari sebuah PTS di Jakarta yang hebat dan masuk ke jajaran 5 besar untuk dapat bergabung plus take home pay yang menurut saya, Alhamdulillah cukup besar.. Meski saya belum ikut tes karena saya belum apply akibat ijazah saya baru akan keluar bulan April. Tapi inilah yang saya inginkan.. Melewatkan wisuda dengan sederhana tapi mendapatkan pekerjaan yang lebihย  luar biasa dan lebih hebat dari wisuda saat S1! ๐Ÿ˜€

Uwaaaah, leganya nggak terkira dan bersyukurnya nggak habis-habis.. Dapat ilmu dan titel serta pekerjaan yang diidamkan ๐Ÿ˜€ Alhamdulillah *tanpa tambahan sesuatu ya*

0

Obral Buku..

Toko buku yang paling besar se Indonesia *saya rasa dan saya pikir* bikin agenda obral buku-buku.. Hampir semuanya dijual dengan harga yang murah..Hehehee..Saya sendiri juga penyuka buku *tapi nggak semuanya sih*.. Cari-cari buku terutama novel karya Clara Ng.. Tapi sayangnya nggak ada..Memang koleksi yang saya cari itu termasuk koleksi novel yang cukup lama buatannya.. Sekitar tahun 2005-2006.. Saya pikir memang masih ada,tapi ternyata nggak ada..Secara juga diterbitkan via toko buku itu juga *pikir saya*.. Yasudah deh,cari lain kali saja.. Mungkin di toko buku tetangga sebelah, novel itu masih ada.. ๐Ÿ˜€

0

Kartu Pos?

Beberapa hari kemarin, saya menemukan kartu pos yang lucuuu sekali.. Ditambah lagi, latar warna kartu pos tersebut warna kuning! Warna favorit saya!

Kartu pos itu bertuliskan

“DAKKOCHAN”ย  dan dibawahnya bertuliskan “BRAND”

Ada gambar boneka Dakkochan dengan ukuran besar *cukup menjadi sentral* dan di bagian paling bawah bertuliskan Boneka Dakocan sangat populer pada tahun 1960an..

Di bagian belakang kartu tersebut, terdapat 3 kolom, antara lain

ย ย ย ย ย ย  Kolom paling kiri bertuliskan INDONESIA POSTCARD TEMPO DOELOE dan REDESIGN oleh agusleonardus@gmail.com

ย ย ย ย ย ย  Kolom bagian tengah bertuliskan

“KARTOEPOS” dibawahnya ada tulisan “BRIEFKAART” dan dibawahnya ada tulisan huruf Mandarin China atau Hanzi yang menerangkan tulisan Kartu Pos

ย ย ย ย ย ย  Kolomnya paling kanan bertuliskan PRANGKO STAMP

Di bawah 3 kolom tersebut atas 2 kolom besar

ย ย ย ย ย ย  Kolom bagian kanan : cukup memuat tulisan bagi pengirim dan di paling bawah ada tulisan

Naam __________

Adres _________

ย ย ย ย ย ย  Kolom bagian kiri : untuk identitas pengirim atau identitas orang yang dituju..

Saya beli lho, kartu pos ini.. Lucu sekali bentuk dan gambarnya.. Harganya murah meriah Rp 3000,- Memang sekarang, sepertinya Kartu Pos sudah tidak jaman lagi ya.. Padahal itu bisa dijadikan sebagai warisan yang tidak ternilai lho.. Bayangkan 20-25 tahun lagi.. Mungkin Kartu Pos sudah tidak ada lagi di pasaran dan anak cucu kita mungkin sudah tidak bisa menemukannya lagi..

Maka dari itu, saya ingin menyimpan dan mengkoleksinya.. Memang, saya bukan pengoleksi Kartu Pos, tapi saya ingin mengumpulkan beberapa yang saya suka ๐Ÿ˜€

Terima kasih untuk Bapak Agus Leonardus yang sudah mendesain kembali Boneka Dakkochan.. Saya salah satu penyuka Boneka itu ๐Ÿ˜€

0

Gaya Mahasiswa saat Ujian

Minggu ini,saya ngawas 3 hari untuk ujian.. Lumayan seru dan menjadi hal yang baru bagi saya.. Selain itu, saya diberikan tugas untuk mengawasi kelas yang cukup besar, sekitar 40-50 mahasiswa.. Sebenarnya saya biasa saja mengawasnya.. Tapi,memang jadi luar biasa bagi mereka..
Pada dasarnya, saya memaklumi kalau ada mahasiswa yang lirik ke meja teman sebelahnya.. Karena saya juga tahu, tulisan temannya itu juga belum tentu terbaca dengan jelas.. Saya hanya melihat dan menatap tajam dengan mata mahasiswa tersebut sesering mungkin supaya dia merasa terawasi.. Dan biasanya, mata mahasiswa tersebut langsung pura-pura lihat ke atas serasa pemikir*..Hehehehe…Lucuuuu ๐Ÿ˜€
Akan tetapi, beda halnya kalau mahasiswa tersebut sudah komat-kamit mulutnya dengan teman sebelahnya.. Untuk pertama kali mahasiswa tersebut komat-kamit itu, saya masih bisa maklumin dan hanya menatap tajam dan menegurnya.. Begitu, dia melakukannya untuk selanjutnya, maaf, saya tidak ada ampun.. Nama dan NIM-nya akan saya tulis dengan keterangan terlihat bertanya dengan teman sebelahnya meski sudah ditegur oleh petugas ujian..

Jadi ingat saat saya melakukan ujian ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ Cenderung lamaaaa sekali mengerjakannya sampai waktunya habis sampai-sampai teman saya mangkel kalau nungguin saya ujian.. Hehehehehe.. Tapi, selama saya sekolah, SD, SMP, SMU (kecuali kelas 2 dan kelas 3 dimana saya bandel “doyan cabut” karena gurunya nggak asyik sama sekali tapi tidak curang untuk ujian) dan kuliah, saya selalu sportif dalam mengerjakan ujian. Apapun hasilnya! Apapun itu! Kalau memang hasilnya jelek, ya diulang alias remedial atau belajar lagi atau ikut les atau minta ajarin teman..

Tapi, jangan untuk berbuat curang dengan tanya sana sini.. Toh, belum tentu juga teman yang dimintai jawaban itu benar.. Iya bukan?

0

Awal Jaga Ujian

Hari ini, saya jaga ujian.. Untuk pertama kalinya… Untung ditutor dengan kilat dan saya tidak mengalami kesulitan.. Peserta ujian diberi tenggat waktu 15 menit untuk masuk ruang ujian.. Apabila lebih dari 15 menit, mahasiswa diminta untuk ke ruangan prodi dan membawa surat rekomendasi.. Kemudian, tas para peserta ujian diletakkan di depan (muka ruang kelas) apabila ujian sifatnya close book.. Lalu, 30 menit kemudian, saya mengedarkan daftar hadir untuk ditandatangani oleh peserta dan saya membubuhkan paraf di kartu ujian mereka.
Setelah selesai, saya mengawasi mereka dengan berjalan hilir mudik di antara mereka.. ๐Ÿ˜€

0

Musisinya semakin Kreatif dan Banyak!

Sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota yang terkenal dengan makanan Gudeg, saya suka jalan-jalan ke Malioboro.. Termasuk sampai tadi malam.. Tapi, ada yang berbeda rupanya.. Musisi jalanan yang membentuk suatu orkestra mini dengan peralatan sederhana semakin banyak jumlahnya..
Biasanya, saya menjumpai ada 2-3 musisi orkestra mini ini tampil di sepanjang jalan Malioboro.. Bahkan tidak ada. kalau habis diguyur hujan atau sedang diguyur hujan.. Tapi tadi malam, saya sempat hitung ada 4 orkestra mini dan 1 musisi orkestra mini yang dadakan *sepertinya*.. Padahal, Yogya habis diguyur hujan cukup deres..
Untuk 4 musisi orkestra mini ini mereka rapi, lho.. Memakai seragam kaos dengan warna senada dan ada tulisannya.. Terlihat rapi dan tidak murahan.. Alat-alat musiknya pun juga lebih variatif..
Tapi, ada yang menarik saya.. Untuk 1 musisi orkestra yang dadakan itu, mereka tampil di paling ujung jalan Malioboro *depan benteng Verdebrug* (maaf kalau saya salah tulis).. Mereka hanya memakai drum dan kecrekan seadanya serta tidak memakai seragam.. Yang lebih lucunya, salah satu anggotanya bergaya layaknya conductor sambil memainkan kecrekan dan menari.. Gayanya juga seperti sang penari lho! Dia juga menarik beberapa pengunjung *ibu-ibu* untuk menari bersamanya.. Jadi. banyak sekali yang menari diiringi orkestra mini itu..Lucu dan kreatif sekali! Sayangnya, atraksi mereka di dekat lampu merah.. Jadi, nggak banyak pengunjung yang bisa menikmati atraksi mereka..
Tapi, saya memang salut dengan kota ini.. Membebaskan masyarakatnya untuk berkreasi dengan cara yang kreatif. Tapi, saya berharap masyarakatnya juga harus sadar untuk melakukannya dengan cara yang damai dan sopan ๐Ÿ˜€