0

HKI : MEREK (BAGIAN 5)

Setelah kita mengetahui apakah itu Merek dan siapa subyeknya, saya ingin membahas mengenai permohonan pendaftaran suatu Merek. Permohonan pendaftaran Merek telah diatur secara jelas di dalam UU tentang Merek pada Bab III yaitu Permohonan Pendaftaran Merek dan terdiri dari beberapa bagian.

Permohonan ini diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Direktorat Jenderal dengan mencantumkan : tanggal, bulan dan tahun, identitas Pemohon (nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat Pemohon), apabila Permohonan diajukan melalui Kuasa maka yang dicantumkan adalah nama lengkap dan alamat Kuasa; dan warna-warna apabila Merek yang dimohonkan pendaftarannya menggunakan unsur-unsur warna (Pasal 7 ayat 1).

Permohonan ini diajukan oleh subyek hukum yang telah didefinisikan dalam Undang-Undang tentang Merek, yaitu satu individu atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum.. Nah,bagaimanakah kedudukan kuasa (baca: HKI : MEREK (BAGIAN 4)? Ternyata, Kuasa yang dimaksudkan ini adalah Konsultan Hak Kekayaan Intelektual yang akan menandatangani Permohonan *apabila  dikuasakan* selain identitas (yang sudah tercantum di atas) , dengan ketentuan bahwa permohonan yang diajukan melalui Kuasanya, surat kuasa tersebut ditandatangani oleh semua pihak yang berhak atas Merek tersebut.

Jadi, Permohonan dalam mendaftarkan Merek ditandatangani Pemohon (individu atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum) atau kuasanya. Bagi permohonan yang diajukan oleh lebih dari satu Pemohon yang secara bersama-sama (dimana para Pemohon tersebut berhak atas Merek tersebut), seluruh nama Pemohon dicantumkan dengan memilih salah satu alamat sebagai alamat mereka. Dimana, dengan catatan (apabila Pemohon lebih dari satu), Permohonan itu ditandatangani oleh salah satu Pemohon yang berhak atas Merek tersebut dengan melampirkan persetujuan tertulis dari para Pemohon yang mewakilkan.

Dan jangan lupa, Permohonan yang diajukan oleh individu maupun beberapa orang secara bersama-sama maupun badan hukum (Pemohon) maupun Kuasa harus melampirkan bukti pembayaran biaya!

Berdasarkan Undang-Undang tentang Merek, syarat dan tata cara Permohonan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah (saya akan bahas lebi lanjut apabila ada waktunya!)

0

(between) Washington D.C. and Pejambon :)

Saya bukanlah orang yang hobi ikutan lomba..Hehehehe..Makanya saya jarang sekali mendapatkan tropi piala saat sekolah *berbeda dengan adik saya*.. Yang saya ingat adalah saya pernah menjuarai lomba menulis cerpen yang diadakan oleh suatu perusahaan yang memproduksi vitamin untuk anak-anak di Indonesia dan saya berhasil mendapatkan juara dengan titel “Juara Berbakat” 😀 *itu saat saya masih SD sekitar kelas 3-4 SD*

Baru kemarin, saya iseng ikutan lomba yang diadakan oleh kantor yang bergerak di bidang jurnalistik dan berpusat di Washington D.C. Awalnya saya nggak yakin untuk ikutan lomba itu. Tapi,ya, modal nothing to lose aja.. Hehehehehehe.. Ditambah lagi yang ikutan banyak ajaah dan semuanya keren-keren berats.. Eh,memang kalau niatnya ikhlas, hasilnya menyenangkan 😀 Saya berhasil menang dan dapat di urutan ketiga dari lima pemenang mengalahkan puluhan peserta *kalau nggak salah 50 peserta* 😀 Alhamdulillah.. Tulisan yang saya bawakan itu tidak sia-sia meski sangat sederhana topiknya..

Bulan ini juga, salah satu institusi keren di Indonesia sedang membuka lomba menulis tentang komunitas regional.. Saya mau ikutan dan udah siapkan topik yang semoga bermanfaat dan menarik di mata juri

Hidup menulis! 😀

0

Kue Serena, dimanakah dikaauu?

Nggak terasa sudah masuk ke 10 terakhir di bulan Ramadhan.. Sejujurnya, saya merasa sedih karena disinilah detik-detik terakhir karena saya bisa menyampaikan doa-doa saya di bulan spesial ini.. Hehehehe.. Tapi di satu sisi saya senang karena jam tidur saya akan berangsur normal.. Hehehehehehe..

Nah,ngomongin soal lebaran, identik dengan kue lebaran dan menerima kunjungan tamu-tamu.. Ibu saya berencana ingin membeli kue kalengan untuk dijadikan jamuan kue lebaran, selain kue kering lebaran lainnya *putri salju dan kastengel* yaitu kue Serena dari M*nde.. Kue ini bentuknya kaya pipa panjang dan sekarang sudah diberikan flavour in variety taste..

Tapi, ada hal yang jadi nggak lumrah *menurut saya* yaitu kue ini menjadi sangat langka! Hampir di minimarket di Yogya nggak menyediakan kue ini alias stoknya kosong terlebih lagi di supermarket.. Ada juga yang bilang tiap orang memborong 1-3 kaleng.. Ckckckckck… Mungkin untuk dijadikan oleh-oleh bagi saudara yang lain.. Hehehehe..

Tapi,apapun yang terjadi, let it be, let it,be.. Anyway, finally, my mama got that cookie! Even just one can of cookie! 😀

If the cookie just to be consumed by ourselves or to be a fete for guests, then one or two cans of cookies will be enough!