0

Hukum Pajak (Reguler 2014) : JADWAL KULIAH TERAKHIR

Dear students,

Jadwal kuliah di minggu terakhir diadakan perubahan.

Senin TIDAK ADA kuliah. Oleh karena itu, jadwal akan berubah dan akan ada kelas pengganti untuk kuliah yang seharusnya hari Senin tanggal 1 Desember 2014 menjadi Kamis 4 Desember 2014

Selasa 2 Desember 2014 (jam sesuai dengan jadwal). Kelompok yang akan presentasi

Kelas A : Panda, Nur Andi, dan Christoper.
Saya akan mendahulukan Kelompok yang sudah ikut serta dalam pembagian kartu di awal tatap muka

Kelas B : Lele dan Lembu

 

Kamis 4 Desember 2014 (jam 07.00 dan jam 15.00). Pembagian kelas, kalian bertanya kepada Mas Wahyu. Kelompok yang akan presentasi

Kelas A : Penyu, Tupai, dan Yolanda Oditya
Saya akan mendahulukan Kelompok yang sudah ikut serta dalam pembagian kartu di awal tatap muka

Kelas B : Koala dan Kucing

Harap diperhatikan!

Salam

Advertisements
0

Hukum Pajak (Reguler 2014) : Review Presentasi tanggal 10 November 2014

Dear students,

Berikut review tentang presentasi kelompok Salamander

1. Presentasi menggunakan power point
2. Contoh kasus yang digunakan spesifik
3. Pemaparan : cukup komprehensif tetapi terlalu singkat
4. Pada saat proses tanya jawab : sudah cukup baik meski dapat dikembangkan terlebih lagi.

Hasil : ****/***

Review Resume

Kategori # : Lumba-lumba

Kategori ## : Kucing, Penyu, Musang, Domba, Elang Jantan, Burung Belibis, Ikan, Kelinci, Panda, Pinguin, Salamander, Elang Betina, Tupai

0

Banyak pelajaran dari Singapura

Beberapa hari terakhir ini, saya memang lagi disibukkan dengan agenda terjadwal dan tidak terjadwal. Nah, salah satu agenda terjadwal saya itu ikutan konferensi internasional lagi (akibat kegalauan akhir-akhir ini..hehehehee)
Tapi, bukannya rasa galaunya yang hilang, rasa stres dan tertekan pun mulai muncul kaya iritasi di muka saya yang makin lama makin sakit bahkan bisa bikin mewek secara nggak sadar.

Rasa stres dan tertekan itu diakibatkan oleh satu kata benda yang sederhana tapi ajaib banget keberadaannya; yaitu DATA!

Nah,satu kata itu bener-bener deeeh ajaib banget keberadaannya. Masalah saya adalah topik penelitian saya ini sok tinggi kelasnya. Udah gitu pakai bahasa Inggris pula lagi. Makin tambah cenat cenut gedar gedur nih otak saya. Cari perjanjian internasional (agreement) nggak ketemu-ketemu; padahal ruang lingkupnya regional. Rasanya itu udah mau nangis, batalin, mundur, gerah, geregetan tapi gimana dong masa’ harus dibatalin? Gengsi nih. Udah niatnya mau gaya-gayaan alias mejeng di acara konferensi tapi nggak jadi.. Eeeergghhhhh!!!

Akhirnya, ya mau gimana lagi,saya tetep deh empet-empetin cari data; dan akhirnyaa KETEMU!!! Uwaaaaaaaaaahh rasanya itu pasir ribuan kilo langsung lenyap keguyur hujan besar. Gimana nggak? Ada satu universitas di Singapura yang secara rapi menyimpan file-file tentang perjanjian internasional dalam ruang lingkup regional. Singkat kata, paper saya bisa selesai dengan diperolehnya data-data tersebut.

Satu renungan saya setelah paper saya itu selesai. Kenapa universitas di Indonesia belum ada yang melakukan digitalisasi data terkait dengan banyaknya perjanjian internasional? meski dalam ruang lingkup bilateral atau regional? Mungkin saya yang bodoh dalam melakukan pencarian keyword ya. Tapi, setiap saya cari perjanjian internasional itu disaat-saat genting dan sudah frustasi, pasti keyword saya itu selalu menunjuk ke laman universitas di Singapura itu. Lalu pertanyaan saya, apa saya jodoh dengan universitas tersebut? atau sama salah satu lulusannya? (eeh,yang ini jadi curcol,wkwkwkwkkwwkk)… Tapi, beneran deh. Bahkan data yang disediakan pun bisa diakses dalam bentuk pdf dan word.

Sebenarnya bukan bermaksud apa-apa ya saya dalam membuat tulisan ini. Tapi, keadaan yang sering kali berulang ke saya ini membuat saya jadi berfikir, pantas… pantas… pantas… dan beribu kata setelah kata pantas mulai terangkai di kepala saya. Saya hanya berfikir ketika ada satu universitas di negeri ini khususnya Fakultas Hukum yang mulai menyediakan satu web untuk digitalisasi data terkait tentang perjanjian internasional atau peraturan hukum apapun lah dan bisa diakses oleh publik, pasti banyak mahasiswa yang akan terbantu. Selain itu, apa coba manfaatnya, nama universitas tersebut pasti akan dikenal dan bukan tidak mungkin akan dijadikan universitas idaman oleh para calon mahasiswa tidak hanya di dalam negeri melainkan di luar negeri. Kenapa? Mereka pasti akan melihat, banyaknya kemudahan yang mendukung mereka untuk rajin menulis dan meneliti. Well, menurut saya, sekarang dunia ini sudah mulai hingar bingar karena kebanyakan orang lebih senang berbicara tapi sedikit yang suka menulis dan meneliti. Padahal menurut saya, menulis itu jejak pencapaian kita di dunia ini.

Saya pribadi, saya mendapatkan banyak pelajaran dari universitas tersebut. Ketekunan, ketelitian, kerapian, kecermatan, selalu membaharui informasi dan pribadi yang melayani untuk keperluan mahasiswa baik di dalam negerinya maupun di luar negerinya untuk penulisan karya ilmiah.

Saya sih berharap akan ada lah nanti satu dua tiga dan lebih banyak lagi universitas di Indonesia yang mau untuk memiliki program digitalisasi data 😀 Semogaa….

0

Hukum Pajak (Reguler 2014) : Teguran Keras II !!!

Dear students,

Terkaoit dengan pengumpulan kartu poin yang tercantum di kertas untuk saya rekap dan penghitungan jumlah kartu poin sesaat setelah tatap kuliah selesai, saya telah menemukan PERISTIWA TIDAK JUJUR BAIK DI KELAS A DAN DI KELAS B!
Jumlah kartu poin yang tercantum lebih banyak 1 buah dibandingkan dengan jumlah kartu poin yang saya hitung dan peroleh saat itu juga. Hal ini juga telah disaksikan oleh teman-teman kalian sendiri.

Di kelas B tanggal 10 November 2014
Ditemukan jumlah kartu poin 12 buah (di kertas) sementara saat saya hitung jumlah kartu poin (kartu biru) hanya ditemukan 11 kartu.
Konsekuensi : Berhubung saya tidak tahu siapa yang tidak jujur maka kali ini saya berikan kesempatan untuk tidak diadakan pemotongan jumlah kartu poin. Akan tetapi, apabila, selanjutnya terjadi kembali, saya akan melakukan pemotongan jumlah kartu poin sesuai dengan adanya ketidak sesuaian jumlah kartu poin tersebut secara random (saya bebas memilih memotong kartu poin mahasiswa yang mendapatkan kartu poin) dengan kadar double (contoh : apabila selisih 1 kartu poin (antara di kertas dengan penghitungan fisik kartu poin pada saat selesai kuliah) dan saya tidak mengetahui siapa yang tidak jujur maka saya akan potong 2 kartu poin secara random bagi mahasiswa yang memperoleh kartu poin. Akan tetapi, apabila saya menemukan nama yang tidak jujur, maka nama yang bersangkutan, nilai UAS nya akan saya kurangi sebesar 2x dari nilai kartu poin.
Jadi, pastikan kalian menuliskan jumlah kartu poin yang kalian dapatkan di kertas rekap saya!!

Di kelas A tanggal 11 November 2014
Ditemukan jumlah kartu poin 12 buah (di kertas) sementara saat saya hitung jumlah kartu poin (kartu biru) hanya ditemukan 11 kartu.
Konsekuensi : Saya telah menemukan nama mahasiswa yang tidak jujur!! Oleh sebab itu, nilai UAS mahasiswa yang bersangkutan nanti akan saya kurangi 2x lipat sebesar ketidak jujuran yang bersangkutan dalam mencantumkan jumlah kartu poin di kertas rekap saya.

Note :
Tolong jangan salah gunakan kesempatan saya terhadap kalian melalui kartu poin ini!! Saya sangat menghormati mahasiswa yang berlaku jujur!

Harap diperhatikan!

0

Hukum Pajak (Reguler 2014) : Latar Belakang Nilai Murni UTS

Dear students,

Penyebab masih besarnya mahasiswa yang memperoleh nilai murni yang hampir (tidak mencapai) standar dan di bawah standar (baik di kelas A dan kelas B) antara lain :

1. Masih adanya mahasiswa yang mengosongkan jawaban
2. Banyaknya mahasiswa yang gagal fokus untuk menjawab pertanyaan alias pertanyaan meminta jawaban X mahasiswa memberikan jawaban Z, padahal pertanyaan dan jawaban sudah diberikan pada saat kisi-kisi.
3. Tidak menjawab jumlah pertanyaan yang diminta; misalnya dalam satu huruf ada 2 pertanyaan, sementara pertanyaan yang dijawab hanya 1
4. Kurang teliti terutama pada saat hitungan. Baik jumlah nominal dan langkah-langkahnya, padahal sudah diberikan pada saat kisi-kisi. Bahkan, banyak yang menghitung seluruh variabel dalam satu jenis pajak dan menghitung dengan metode baru diluar yang telah dipelajari T________T Jadi dari awal sudah salah prosedur
5. Pada saat hitungan, banyak yang tidak teliti; misalnya pertanyaan sudah jelas meminta ada 3 jenis pajak yang dapat dihitung, sementara yang dijawab hanya 1-2 jenis pajak sedangkan banyak pajak yang tidak seharusnya dihitung, mahasiswa terlalu kreatif dan imajinatif untuk menghitung bahkan menciptakan cara tersendiri untuk menghitungnya. Sementara bobot menghitung ini sangatlah besar. Jadi, sekali tidak atau kurang teliti, beruntunglah kalian akan kehilangan banyak poin.

Note : Saya hanya menampilkan kisaran nilai murni dari UTS (cek di post yang ada di blog saya). Saya tidak menampilkan nilai UTS secara keseluruhan (nilai murni + 4 elemen pembantu) di papan pengumuman.

Harap diperhatikan!

0

Hukum Pajak (Reguler 2014) : Review Presentasi tanggal 28 Oktober 2014

Dear students,

Berikut review tentang presentasi kelompok Kuda Poni
1. Presentasi disajikan dalam bentuk power point
2. Secara general, pemaparan cukup baik
3. Penggunaan kasus secara spesifik
4. Analisa sudah cukup baik tapi masih dapat dikembangkan
5. Dalam menjawab pertanyaan sudah cukup baik meski masih dapat dikembangkan

Hasil : ****/***

Review Resume

Kategori # :Beruang, Kucing, Meisal Arodi, Dinosaurus, Lele, Komodo, Lembuu, Kupu-kupu

Kategori ## : Rayap, Nyamuk, Koala, Jingking

0

Hukum Pajak (Reguler 2014) : Review Pertemuan tanggal 28 Oktober 2014

Dear students,

Berikut review tentang presentasi kelompok Beruang
1. Presentasi disajikan secara verbal tanpa power point
2. Secara general, terlalu banyak pendahuluan dan kurang fokus untuk membahas rumusan masalah paper
3. Analisa : kurang melibatkan peraturan hukum
4. Dalam menjawab pertanyaan masih sangat normatif dan sering tidak fokus membahas tentang rumusan masalah

Hasil : **

Review Resume

Kategori # : Meisal Arodi, Komodo, Kucing, Nyamuk, Kupu-kupu

Kategori ## : Banteng, Koala, Lele, Rayap, Dinosaurus, Kuda Poni, Jingking

Kategori ### : Lembu