Semuanya 1 paket!

Kemarin saya mengurus dokumen Surat Keterangan Sehat di Puskesmas milik kampus.. Berangkat sudah agak siang sekitar jam 9.30 lebih.. Sampai sana, antriannya ramai banget.. Loket ada 2 bagian yang dibuka tapi hanya 1 orang yang melayani.. Alhasil. antriannya panjang dan kacau.. Kebanyakan ibu-ibu dan bapak-bapak yang meminta pelayanan dengan memakai Askes *Asuransi Kesehatan* (note : saya ingin bahas Askes di lain waktu deh) Maklum, namanya juga Puskesmas dan memang dikhususkan untuk masyarakat yang kurang mampu..
Saya antri dengan sebisa saya mungkin.. Meski, para ibu itu sudah menyodorkan kartu Askesnya untuk minta diproses *anyway, mereka antri bukan secara vertikal melainkan secara horizontal dan menyerong dengan gaya mendesak orang yang antri di dpena saya (di depan loket) dan termasuk saya* tapi saya berusaha sabar..
Ketika saya sudah di depan loket persis, saya langsung nanya dengan mbak-nya..Meski, saya sempat melihat ada reaksi ibu yang di samping saya, beliau merengut karena jatahnya saya ambil.. *maaf ya,Bu,ini jatah saya karena saya sudah antri dan ibu baru datang dan langsung nyelak* — ungkapan dalam hati saya..
Saya (S): Mbak, saya mau urus surat keterangan sehat
Pegawai (P): Iya, mbak. Mau berapa lembar?
S: *termenung sebentar* Nggak dibilangin berapa lembarnya sih, Mbak.. Saya minta 1 lembar saja deh”
P: Baik,mbak..
Dia langsung sobekkan kertasnya dan menyodorkan ke saya untuk diisi
P: Mbak, tolong diisi dulu
S: Oke,mbak.. (saya langsung minggir ke loket sebelahnya dan ternyata ada satu petugas *seorang Bapak* yang sedang mengurusi administrasi pembayaran (perasaan saya nggak lihat pas saya antri deh..dia muncul dari mana ya?*pikir saya*)
Setelah saya isi, tanpa pikir panjang, saya serahkan saja formulir surat keterangan sehat itu ke Bapak itu, daripada saya serahkan ke pegawai Mbak itu.. Ngeri sekali lihat antriannya.. Saya harus desak-desakan dengan ibu-ibu yang sudah berumur.. Kalau saya kena sumpah serapahnya, saya bisa jengkel juga nantinya..
S: Bapak, ini sudah saya isi. Lalu bagaimana?
P: Tolong, tinggi badan dan berat badannya diisi juga, Mbak
S: Oke,pak.
Saya sudah isi lengkap.. Akhirnya saya serahkan lagi..
P: Biayanya Rp 10.000, mbak
Saya serahkan uang pas..
S: Ini uangnya,Pak..
P: Tunggu bentar ya,mbak..

Nggak sampai 30 menit, surat keterangan sehat itu diserahkan si Bapaknya..
Olalalaaaaaa kwek kweeek… Akhirnya surat didapat dengan biaya murah pula! Betapa senang dan leganya saya.. Alhamdulillah..šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s