Alternatif Pemajakan Kekayaan Bagi Wajib Pajak Super Kaya (1)

Ketimpangan pendapatan antara si kaya dan si miskin menjadi isu yang tidak terelakkan bagi setiap negara. Terlihat dari melebarnya ketimpangan pendapatan baik di negara maju maupun di negara berkembang (DDTC News, 2017). Rusia menduduki peringkat pertama yang tingkat ketimpangannya sebesar 92,3% diikuti dengan Denmark sebesar 89,3% dan peringkat ketiga ditempati oleh India sebesar 87,6%.

Penerapan pajak atas seluruh kekayaan (comprehensive wealth tax) wajib pajak super kaya menjadi solusi yang potensial (Oh dan Zolt, 2018). Oh dan Zolt (2018) juga berpendapat bahwa sistem comprehensive wealth tax dapat meningkatkan penerimaan negara sembari mengurangi tingkat ketidaksamaan peningkatan jumlah kekayaan antar wajib pajak. Comprehensive wealth tax merupakan sistem pajak menggunakan kombinasi antara penghasilan dan net wealth yang berkaitan dengan wealth taxes.

Jika sistem pajak di atas dijabarkan lebih lanjut, penghasilan yang dimaksud merupakan jumlah konsumsi dan perubahan apa pun tentang kekayaan bersih (Shakow dan Shuldiner, 2000). Selanjutnya, wealth taxes merupakan pajak yang dikenakan atas saham atau properti (Musgrave dan Bird, 1987) atau hibah dan warisan (Shoup, 1969).

Terlepas dari banyaknya komponen yang dikenakan pajak, Oh dan Zolt (2018) menyatakan bahwa comprehensive wealth tax sulit untuk diimplementasikan di negara berkembang. Penyebabnya, yaitu sistem pajak tersebut berbenturan dengan politik dan sistem administrasi. Kedua isu tersebut merupakan isu-isu yang dominan di negara berkembang. Lalu, adakah alternatif pajak kekayaan lainnya bagi wajib pajak super kaya di setiap negara khususnya di negara berkembang?

Wealth Tax Add-Ons

Di dalam penelitiannya, Oh dan Zolt (2018) memperkenalkan wealth tax add-ons sebagai alternatif comprehensive wealth tax. Menurut mereka berdua, wealth taxes add-ons merupakan pajak kekayaan yang wajib untuk dipertimbangkan oleh negara. Penyebabnya, yaitu wealth tax add-ons merupakan pajak kekayaan yang komponennya dapat ditambahkan dalam sistem pajak yang telah berjalan di negara untuk mencapai banyak tujuan yang ingin dicapai oleh comprehensive wealth tax, yaitu biaya administrasi yang rendah dan biaya politik.

Selanjutnya, Oh dan Zolt (2018) menyatakan bahwa ada tiga unsur potensial yang digunakan dalam wealth tax add-ons. Pertama, pengenaan surtax atas properti yang dimiliki oleh wajib pajak akan ditambahkan pada sistem pajak properti yang telah ada. Pengenaan surtax atas properti, termasuk dengan penetapan batasan valuasi nilai properti, akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Pengenaan surtax ini akan menyinergikan sistem pajak yang ditambahkan pemerintah pusat dan sistem pajak yang ada di pemerintah daerah.

Selain itu, surtax atas properti hanya akan diterapkan pada properti yang paling lazim dan paling bernilai harganya. Sementara itu, pemajakan lahan pertanian, gedung dan perumahan yang terlantar, atau properti lain dengan kategori tertentu yang akan dikenakan pajak secara terpisah. Pemajakan yang hanya berfokus pada properti tertentu tidak akan membutuhkan biaya yang besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s