0

Jaga Ujian Tengah Semester (UTS)! Mari semangaaaat!!

Hari ini,saya diberi kesempatan untuk ikut rapat dengan para staff di Fakultas Hukum untuk koordinasi tentang jaga ujian..Memang nggak banyak yang ikut, tapi saya merasa bahwa akan dekat satu sama lainnya..Hehehehe…Ini baru kali pertama bagi saya untuk jaga ujian..Belum tahu deh seperti apa..Tapi saya berharap semoga peserta ujiannya tidak ada yang aneh-aneh.Mereka akan bawa Kartu Ujian, tidak berbuat curang dan gaduh..dan tentunya mereka bisa mengerjakan seluruh soal ujian dan lulus dengan nilai yang baik! πŸ˜€

Advertisements
0

Bus dalam kota nasibnya kasihan! BBM pun ikut musuhan

Semenjak saya sekolah SMU, saya adalah pecinta dan pengguna angkutan kota.. Dulu saat saya masih SMU, saya naik Koasi (sejenis mobil kecil yang dicat warna merah dan naik yang jalur 05).. Lalu, saya diterima di Yogyakarta..Kuliah pun juga naik bus kota..Dari yang tarifnya Rp 1000 sampai sekarang Rp 2500…Tarif itu untuk jauh dekat..Tapi memang ada kendalanya untuk bis dalam kota di Yogya..Jam operasionalnya termasuk pendek..Dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore..Tapi, untuk beberapa jalur, jam 4.30 sore sudah terakhir operasional..Lucunya bis-bis di Yogya hanya ada beberapa jalur untuk seluruh jalan besar di Yogyakarta.. Jadi katakanlah mau ke mal Malioboro, Kamu hanya bisa naik jalur 4 atau jalur 2 dan turun di belakang Malioboro.. Atau kalau mau ke mal Galeria, kamu bisa naik jalur 2 *turun Gramedia dan jalan ke arah timur karena sepanjang jalan Galeria tidak ada bis dalam kota*.. Dulu jaman tahun 2006, bus jalur 6 *salah satu jurusan ke mal Galeria masih ada..tapi nggak tahu sekarang*

Kemarin, saat saya naik bis dalam kota dan supirnya mau isi bensin di pom bensin, petugas pom bensin bilang “SOLAR HABIS”.. Saya pikir hanya sore itu.. Ternyata tidak! Sampai keesokannya, supir bis masih ngeluh sama keneknya kalau solar masih kosong di pom bensin ya lebih baik pulang dan nggak narik.. Kasian! Bagaimana nasibnya kalau nggak bisa operasional? Sampai hari ini bis dalam kota juga masih sedikit yang operasional..Mungkin bahan bakarnya masih kosong di beberapa pom bensin..
Belum lagi, bis dalam kota bersaing dengan bis Trans Yogyakarta untuk cari penumpang.. Meski bis Trans Yogyakarta jam operasionalnya lebih panjang, saya lebih milih bis dalam kota karena tempat duduknya lebih banyak..Meski masih ada copet juga lha yaaaw dan pakai Angin Cemilir-cemilir πŸ˜€

Saya berharap kendaraan besar yang banyak membantu studi saya bisa terus berjalan dan tidak hidup segan mati tak mau.. Hidup Bis dalam kota!! πŸ˜€

0

Syarat-syarat Wisuda.. DONE!

Akhirnyaaa…Setelah menunggu si staff akademik itu, saya sudah memenuhi syarat-syarat wisuda untuk Pascasarjana..15 item harus diselesaikan dan ada 1 item yang terdiri dari 3 sub item.. Huahahahahahaha…

1. Foto 3×4 hitam putih (2 lembar) kertas dof

2. Foto 3×4 berwarna (2 lembar) kertas dof

3. Kartu Mahasiswa yang masih berlaku

4. Format ijazah 2 lembar dan dipasang foto hitam putih ukuran 3×4 dan dilampiri Ijazah S1

5. Formulir biodata wisudawati dan dipasang foto dengan latar gelap

6. Biaya pembayaran Keanggotan KAGAMA

7. Bukti setoran biaya wisuda

8. Fotokopi TOEFL

9. Fotokopi TPA

10. Surat bukti penyerahan CD ke Perpustakaan Pusat yang isinya : Naskah Publikasi (bahasa inggris), Tesis, dan Naskah Publikasi

11. Surat keterangan bebas pustaka dari Perpustakaan Pusat

12. Surat Keterangan Bebas SPP dari UGM

13. Surat keterangan bebas pustaka dari Perpustakaan Fakultas Hukum

14. Lembar Pengesahan dan Fotokopi

15. Kartu Keanggotaan KAGAMA UGM

Note : Surat bebas penggunaan alat laboratorium dan Berita Acara Sidang Tesis *tidak diurus*

Rasanya kalau nggak diniatin, saya nggak bisa selesaikan deh..Ditambah lagi, kemauan dari pihak pusat harus ini harus itu…Jadi tambah ribet! 😦
Ya sudahlah,akhirnya dengan niat Bismillah, saya coba berjuang untuk menyelesaikan. Ngendon di kios burn CD, tempat fotokopian untuk jilidan.. Hahahahahaa… Alhasil, makan siang nggak terurus dan jadwal tidur pun juga amburadul..Hahahaha..

Tapi, akhirnya berbuah manis juga..Hari ini hari terakhir pengumpulan data, hari ini selesai juga!
Alhamdulillah πŸ˜€

Tinggal minta tandatangan Pengelola Akademik untuk peminjaman bon Toga Wisuda.. Lalu tunggu waktu 1 minggu sebelum wisuda, saya pinjam toga wisuda… Yeeeyyy! πŸ˜€

0

Pelayanan Akademik harus dibenerin!

Hari ini, hari terakhir pelayanan untuk syarat wisuda Pascasarjana di kampus saya..Tapi,pelayanannya kurang menyenangkan..Mereka rapat dari pagi dan secara otomatis ruangan akademik ditutup..Oke,FINE! Saya sebagai mahasiswa nunggu..Begitu dibuka,bilik untuk konsentrasi jurusan saya yaitu Hukum Bisnis, staffnya nggak bisa diakses.. Saya tanya dengan staf yang lain katanya belum naik ke ruangan akademik..Padahal tadi saya sempat lihat dan saya sempat berbicara “Mas,saya mau ngumpulin berkas” Tapi belum saya sempat kejar, stafnya udah ngabur duluan”..Akhirnya saya nunggu untuk waktu yang nggak bisa ditentukan..Semoga itu staff nongol hari ini..Terus,saya bisa lengkapi semuanya..
Sabaaaar..sabaaaar…Tuhan bersama orang-orang yang sabaaaar…

0

CUMLAUDE? Kewajiban atau Bonus? Itu pilihan!

Untuk minggu ini, saya rajin buat cerita sekitaran pembuatan tesis dan korelasinya..Salah satunya adalah CUMLAUDE..Yaaahh,,bagi teman-teman saya dulu waktu kuliah S1,mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai sesempurna mungkin..Mereka cenderung akan duduk di baris paling depan..Paling jelek ya baris ke 2 atau ke 3..Rajin nyatat dan nggak pernah bolos kuliah apalagi titip absen πŸ˜€
Bahkan,saya masih ingat,dulu saat ujian akhir satu mata kuliah,ada salah satu temen saya yang ngumpetin bahan ujian dari dosen..ckckckckckck…Ga kebayang kenapa mesti begitu..
Lalu,saya sendiri dalam kategori yang mana ya?Saya mahasiswa yang doyan datang telat… Kadang duduk di baris ke 2, baris ke 3.. Tapi, saya keseringannya duduk di baris yang ke -sekian..Udah gitu di pinggir lagi.. πŸ˜€
Kalau masalah mencatat, saya termasuk rajin..Bukan kenapa-kenapa ya, tapi lebih ke alasan supaya nggak ngantuk..Hehehe..Setiap kali mau selesai kuliah,saya selalu tanya temen dekat yang duduk di sebelah saya atau kirim sms ke dia nanya abis kuliah ini mau makan dimana..Maklum,anak kos..Sarapan pagi ya cuma “Minum Makanan Bergizi” yang pada akhirnya saya terkadang malah kebelet buang air kecil..

Balik lagi ke Judul..Selama saya kuliah S1, saya termasuk mahasiswa yang SKS kalau mau ujian..*Sistem Kebut Semalam* jadi sisa waktu yang lainnya sebelum ujian, saya habiskan untuk ikut latihan eskul dan bahasa asing..Tapi, saya ngambil jurusan atau konsentrasi yang saya memang suka..makanya tanpa saya banyak belajar,saya bisa ngerjain saat ujian.. Alhamdulillah..Trus gimana dengan CUMLAUDE?Saat itu, saya hanya ingin menyenangkan hati mama papa saya..Tapi, satu prinsip yang saya ambil..Kalau nilai saya sudah B,saya nggak akan ngulang..Jadi,kalau nilai dapat C,ya saya ulang..Saat itu,seinget saya, saya hanya mengulang 1 mata kuliah karena saya telat ngumpulin ujian take home 😦 *memang salah saya*

Lalu, untuk di S2 ini,saya lebih santai..Prinsip saya ya tetep saya pegang..Nilai B tidak akan diulang..Alhamdulillah,saya nggak pernah ngulang..Lalu,bagaimana dengan CUMLAUDE? Alhamdulillah,sepertinya saya tidak mendapatkannya..Buat saya adalah ilmunya bukan nilainya.. Memang saya juga nggak naif-naif sekali tentang IPK yang bagus..Saya juga masih mengejar IPK saya bagus saat masih ada teori kuliah..Tapi, saya rasa IPK untuk S2 mendapat >3,5 sudah bagus deh πŸ˜€
Lagipula,saya juga bukan freshgrad dan mungkin CUMLAUDE akan hanya dijadikan penghias untuk bekerja..*sok hibur diri*

Bagi saya adalah nilai IPK harus dikejar semaksimal mungkin..Tapi jangan jadikan nilai itu segalanya..Dapat CUMLAUDE adalah bonus! Tapi,ga dapat CUMLAUDE juga ga masalah, asalkan nilai jangan jelek-jelek banget..Karena nanti setelah kita bekerja yang dinilai paling penting adalah kemampuan..Saya rasa perusahaan akan lebih menilai kinerja kita melalui kemampuan kita meski tidak mengeyampingkan juga prestasi akademik kita.. Tapi, alangkah lebih bagusnya prestasi akademik tidak berbeda jauh dengan kemampuan kita πŸ˜€

0

Tes Psikotes, Sejuta Rasanya! *Sumpah!*

Saya adalah orang yang paling nggak suka tes psikotes! Entah kenapa ya..Buat saya, bukan berarti tes itu nggak penting tapi aduuuh,ada yang lebih enak nggak sih dibanding tes psikotes? Mending tes menyanyi atau tes makan es krim *bisa ngabisin berapa banyak dalam hitungan menit*
Nah, selama saya lulus kuliah dan cari pekerjaan, musuh terbesar saya adalah tes psikotes.. Idiiih, bencinya sama aja kaya pelajaran KIMIA deeh!! Bedanya kalau KIMIA bisa dihindarin tapi kl Psikotes nggak bisa sama sekali. Tapi, ada tapinya nih! Saya lolos tes psikotes untuk masuk di perusahaan idaman saya dulu yaitu perusahaan tambang (meski gagal di interviewnya gara-gara saya sering menjawab β€œsaya ingin sekolah lagi” dan memang saat itu saya udah daftar sekolah lagi dan keburu bayar uang pendaftarannya) dan institusi untuk jadi PNS (meski gagal di wawancara, dimana usernya bilang saya freshgrad dan nggak pantas jadi CPNS! Whaaaattt???!!) Tapi, pada akhirnya, saya malah kerja di perusahaan jurnalistik *Jakarta Barat*, Law Firm *Jakarta Selatan*, dan perusahaan berkutat di bidang franchise β€œYogyakarta” yang nggak pakai tes psikotes karena mereka suka dengan kemampuan substantif saya dan lancar wawancara! *
Saya ada mau berbagi soal tes psikotes yang pernah saya ikuti *hati-hati lho, saya pernah dibentak-bentak sebelum tes psikotesnya sama instrukturnya (karena saya mengeluarkan HP dan maksud saya mau mematikan, eh, instrukturnya langsung ngebentak saya untuk nggak pegang HP!) dan dalam hitungan agak lama *padahal masih nunggu dia rapi-rapi dokumen*, tesnya dimulai! Saat itu, saya mau tes psikotes untuk jadi calon dosen! Tapi, alhamdulillah, saya lolos! Itu tes psikotes yang paling mengerikan yang pernah saya alami bahkan jauh lebih ngeri dibandingkan tes psikotes di perusahaan tambang *milik Capres 2014, dimana saya lolos* yang instrukturnya ramaaah banget dan murah senyum plus ganteng lagi dan belum tua-tua amat! *kwaak kwaak kweek*
Berikut ini macam tes psikotes yang pernah saya ikuti, selamat membaca!

1. Tes yang terdiri dari 8 kotak; masing-masing kotak ada unsur yang harus dijadikan bagian dari satu kesatuan gambar. Biasanya instruktor akan meminta peserta untuk memilih dan menulis gambar apa yang mudah, susah, disukai dan tidak disukai

2. Tes Kemampuan atau ada istilah lainnya; tes ini biasanya terdiri dari 4 bab: Bab tentang sinonim dan antonim, Bab tentang tes kuantitatif, Bab tentang Logika, dan Bab tentang Bangun Ruang yang dibolak-balik atau Gambar Dadu yang harus dibolak-balik. (Note : kalau kamu ada budget lebih, kamu bisa ikutan juga tes OTO Bappenas deh! Saya udah 2x ikut dan skor pertama saya 550 lebih sedikit (lupa berapa nominalnya) dan terakhir saya 667 pas (seinget saya standar calon mahasiswa Pascasarjana buat UGM itu 500 dan kalau buat Program Doktor itu 550 (khusus untuk UGM bisa pakai TPA yang dikeluarkan dari Fakultas Psikologi UGM kalau nggak punya dari OTO Bappenas). Tapi untuk calon Dosen minimal 600 (khusus dari OTO Bappenas))

3. Tes yang menjumlahkan angka di tiap-tiap baris.. Tergantung dari instruktornya.. Biasanya ada yang dari atas ke bawah, bawah ke atas, menyambung antar tiap baris yang kemudian instruktor memerintahkan untuk peserta menarik sebuah garis, atau masing-masing baris diselesaikan dan jika sudah sampai baris paling atas, peserta tidak boleh menghitung angka di baris sebelahnya alias peserta harus berhenti.. Biasanya diberi waktu yang tidak lama dan tergantung dari instruktornya

4. Tes Gambar; biasanya ada 2 gambar : gambar orang dan gambar pohon.. Instruktor akan beri waktu peserta untuk menggambar dan gambar ini akan dilakukan di kertas terpisah. Untuk gambar orang, biasanya kamu akan diminta untuk menulis nama orang yang kamu gambar, berapa usianya, dan sedang apa. Sedangkan, untuk gambar pohon, biasanya peserta diminta untuk menulis gambar pohon apa. (Note : saya pernah cerita sama staf papa saya yang kebetulan lulusan Psikologi *meski dia nggak yakin apa arti dari gambar orang yang saya buat* hasilnya saya ketawa ngakak dibilang saya punya kelainan sifat karena saya suka menggambar yang detil.)

5. Tes Kepribadian; tes ini tidak ada salah benar jawabannya. Peserta diminta memilih jawaban sifat mana yang paling mendekati dengan sifat peserta.

Biasanya sih, satu rangkaian tes sekitar 2-3 jam ya.. Tergantung dari jadwalnya. Kalau saya, hampir tiap pagi jam 8.00, saya memulai tes psikotes..

Intinya, kamu harus santai dan jangan lupa untuk sarapan sebelum Psikotes.. Karena pengalaman saya, perut saya krucuk-krucuk saat ngerjain tes meski saya sudah sarapan πŸ˜€ Akan lebih baik, kalau kamu sudah tahu tempat tes sebelumnya. Jadinya bisa lebih tenang. Satu hal yang kamu nggak boleh lupa, BERDOA! Semoga Tuhan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan rangkaian tes dan hasilnya kamu lolos!.. Aaamiiin πŸ˜€

0

Biaya Dokumen untuk Skripsi / Tesis

Beruntungnya saya sekolah di kota Pelajar di Indonesia. Dapat dikatakan, biaya untuk mengurus dokumen tidak terlalu mahal dan masih bisa ada sisa bagi mahasiswa seperti saya yang pengurusannya sudah di tanggal tua :PBiaya yang saya hitung dan keluarkan

1. Print kertas HVS A4 per hlm Rp 125,-

2. Hardcover dengan tinta emas Rp 12.000,-/item

3. Lembar pemisah bergambar Logo Universitas Rp 1.800/plastik (@10 lembar)

4. Hardcover dengan kertas bufalo Rp 3.000,-/item

5. Jasa pembuatan CD (data sudah diubah dalam bentuk pdf secara keseluruhan dan dilengkapi bookmark) Rp 35.000,- (dalam satu paket)

6. CD Rp 2.500,- /item dan label untuk CD Rp 2.500,-/item

Memang harga ini nggak bisa dipatok untuk seluruh tempat..Begitu juga di dekat kampus saya.. Ada yang mahal tapi ada juga yang murah. Tapi, percaya deh, semakin dekat kampus dan semakin banyak usaha fotokopi maupun jasa untuk pembuatan Skripsi/Tesis/Disertasi/Tugas Akhir, mereka akan memasang harga yang sangat bersaing dan waktu yang cepat dan singkat πŸ˜€

Selamat memilih dan sesuaikan dengan isi kantongmu! πŸ˜€