Tembus dalam dua kali daftar

Beasiswa? Hal yang nggak akan pernah basi untuk dibahas oleh siapapun khususnya para scholarship hunters.
Saya bukan termasuk pemburu beasiswa. Hanya dua kali saya coba apply beasiswa. Alhamdulillah dan langsung lolos. Anyway, mungkin saya kurang oke ya kalau mau kasih saran karena pengalaman saya soal beasiswa ini masih dangkal bangeeet. Tapi, boleh lah, saya mau sharing sedikit.

Saya tertarik dengan salah satu blog *aduh saya lupa namanya* tapi kurang lebih begini bunyi blognya “Beasiswa itu seperti buah di musim buah. Akan banyak sekali keberadaannya di satu pohon. Hanya orang-orang yang tekun yang berhasil memperolehnya* (aduh maaf, kalau redaksionalnya gelepotan).

Nah, pertanyaannya, apakah saya termasuk orang yang tekun? Nggak tahu juga saya, hehehe. Maksudnya, saya bukan orang yang tekun untuk mencoba seluruh beasiswa yang ada. Bahkan, saya juga belum pernah mencoba daftar beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah negeri sendiri. Yang saya tahu, saat itu, saya pengen sekolah ke luar negeri meski saya nggak ngerti tingkat parah nggak bisa isi aplikasinya (hahahahaaaa! Gubrak!!).

Aplikasi saya kedua ini menyasar ke Australia. setelah gagal di tahap awal untuk nembus Amerika. Alright, saya kurang persiapan saat itu. Akhirnya dalam waktu singkat ada beberapa tahap yang saya bisa lakukan sendiri diluar bantuan dari Encik Guru saya😀
1. Saya pun melakukan research super cepat kekuatan roket. I tried to find out websites which discussed about how tips and tricks to apply a scholarship (waktu itu any kind of scholarship ya). Meski saya mau apply untuk master, tapi, saya nggak boleh merendahkan tingkat master.

2. Saya pun mulai menulis untuk isi aplikasinya. Merangkai kalimat itu nggak gampang. Trust me! Never underestimate to writing field. Writing is art and it means a large amount of time and energy that you will spend. One for sure, you must have your own identity and goal. Don’t ever think to copy and paste others’ ideas and write them. You will be lose! Besides, you have to follow instructions that have been given. Kalau kamu punya teman yang pernah daftar untuk beasiswa yang sama kayak kamu apply, contact them. Nggak usah malu. Ask them apa aja yang kamu bisa lakukan.
3. Kamu bisa minta bantuan dari dosen kamu untuk check spelling dan atau grammar kamu. I did it!!. Soalnya makna dan ketepatan untuk jawab pertanyaan itu penting.

4. Finally, triple or more to re-check. Make sure kalau kamu sudah lengkapi semua berkas yang diminta. Jangan pernah nego dengan dirimu sendiri. Let say, kamu diminta untuk kirimkan legalisir ijazah dan transkrip without further explanation. Lalu, saran saya sih kamu harus kirim legalisir ijazah dan transkrip yang asli (alias cap basah). Jangan kirim yang fotokopian cap-nya. Irit? Ya semuanya pasti akan bilang kalau bisa sih irit aja. Tapi, kesempatan nggak datang dua kali. Karena, percaya nggak percaya, akan timbul pikiran yang nggak-nggak dan kamu akan gelisah setelah kamu kirim bukan yang cap basah. Nyeselnya pasti setengah idup!

Perlakukan beasiswa itu dengan caramu yang paling baik. Or in other words, treat the scholarship with your full respect, copied from my Encik Guru’s words.

5. The last but not least, berdoa! Dia Yang Maha Tahu akan beri segalanya yang paling baik untuk dirimu. Saya sangat yakin bahwa sekolah itu ibadah. Jadi, kalaupun kamu belum berhasil anggap aja professor di universitas yang kamu tuju itu beliau masih sibuk atau nggak ada mata kuliah yang akan bagus untuk kamu. Tapi, kalau kamu lolos, welcome to the next level. Prepare yourself for having an interview and a foreign language test. Good luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s