Teman itu Keluarga Baru

Beberapa bulan ini, saya emang lagi nggak sempat nulis. Cukup lumayan acara padatnya terutama siapin semua persiapan buat sekolah. Haaaaaaah,ga sabar rasanya sekolah lagi,bok! Capek, sakit, lelah, udah nggak kerasa sama sekali. Apalagi kalau dengar teman-teman yang sudah ada di negeri orang nih, rasanya seperti di medan perang. Nggak boleh ada kata ngeluh!!!

Kali ini saya ingin cerita tentang teman yang berubah menjadi keluarga baru. Banyak dari kita yang kalau sekolah itu temanan masih milih-milih. Punya geng lah ya ceritanya. Kalau nggak selevel duitnya, say bye-bye. Kalau nggak punya ketenaran yang sama, you should get out from my circle. Kalau nggak cantik atau ganteng, aaah, who are you? Ada banyak lah identitas yang harus dimiliki oleh tiap mahasiswa untuk bisa diterima di lingkungannya.

Terus gimana kalau yang mau kuliah di negeri orang? Buang jauh-jauh lah itu identitas sosial yang “nggak jelas”. Jangan pernah terapkan identitas kaya begituan di mindset kamu! Saya belajar banyak setelah saya peroleh beasiswa ini. Belajar untuk bisa lebih membantu dan berbagi.

Bulan ini saya akan memasuki hal baru. Hal yang benar-benar baru. Ketemu banyak orang baru. Orang-orang yang punya potensi “mengerikan” buat negeri ini. Saya bilang mengerikan karena mereka itu orang-orang yang gila kerja, gila belajar, dan punya pikiran yang anti mainstream untuk negaranya. Mereka itulah yang akan sama-sama dengan saya untuk berada di negeri orang. Mencari ilmu sebanyak mungkin. Membangun networking seluas mungkin. Merasakan pengalaman hidup dengan aneka rasa.

Saya berasal dari Jakarta (numpang lahir doang sih,bok! Tapi aslinya saya dari Yogyakarta). Teman seperjuangan saya (kami baru kenal saat tes beasiswa) berasal dari Yogyakarta. Tapi, kami lulusan dari Universitas yang sama di Yogyakarta. Dia lulusan FK sedangkan saya FH; dan kami punya kecintaan yang sama untuk berkarya di almamater kami. Kami baru berteman Januari 2015. Kami berdua sama-sama dinyatakan lulus dan harus mulai belajar ekstra fokus di ibukota sebelum berangkat merantau. Untuk lokasi di ibukota, buat saya sih nggak ada masalah. Tapi, tetap aja, sensasinya beda karena ini nggak main-main. Yang jadi masalah, teman saya ini, Beliau belum pernah tinggal di ibukota dalam waktu yang cukup lama. Kasihan. Saya mencoba untuk memberi rekomendasi boarding house di dekat boarding house yang sekarang saya tinggali. Singkat cerita, kami banyak bercerita tentang hal-hal yang akan kami lalui sebelum berangkat ke negeri orang. Ada kekhawatiran yang terkadang berubah menjadi ketakutan *yang akhirnya kami ubah ketakutan ini dengan banyolan aneh terus ngakak bareng*. Untung, tempat tinggal kami untuk nantinya berdekatan. Saya bisa ngademin beliau yang belum pernah tinggal di ibukota *yang kejamnya nggak sekejam ibu tiri di sinetron-sinetron*. Jadi setiap hari bisa berangkat bareng dan pas weekend punya agenda mam soto sapi sambil ngobrol sesenangnya dengan topik aneka macam😀😀 (tetep deh kebawa kelakuan santainya di Yogyakarta😀😀 ).

Saya baru sadar bahwa pertemanan yang dibangun atas dasar kesamaan kondisi *sama-sama akan merantau di negeri orang* akan lebih kuat. Mereka harus sama-sama saling membantu, membesarkan hati, dan menguatkan satu sama lain. Buat yang sok, merasa lebih, merasa paling, itulah yang akan bye-bye sayonara ke laut😀

Note buat saya : Allah Maha Penyayang ke saya. Diberikannya nikmat ini ke saya agar saya bisa jadi orang yang nggak cuek kambing sama orang lain..hehehehehe.

Note buat saya yang lain : Allah Maha Pemilik Ilmu seluruh dunia akhirat. Diberikannya nikmat ini ke saya agar saya nggak jadi orang yang sombong karena ilmu saya hanya rempahan rempeyek *hahahahahahahaa..brambangan sambil meluk guling*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s