Tiga Hari Denganmu

Sudah tiga hari denganmu. Waktuku dihabiskan. Pagi jadi malam. Malam jadi pagi.
Tapi,persiapannya lebih dari itu. Dua minggu pun tak cukup.
Mata panda. Kulit merah-merah. Bahu tegang. Kepala enyot-enyotan.
Hubungi sana sini. Cetak ini itu. Rapikan semuanya.
Tak terhitung jumlah pemeriksaannya.
Semuanya demi kamu. Kamu. Ya,kamu yang ada di ujung sana.

Tiba waktunya. Rasanya campur aduk.
Tapi,mayoritas rasa lapar dan ngantuk tingkat dewa Neptunus.
Giliran kamu sudah dekat denganku, apa yang kudapatkan?
Respon ketawa ketiwi. Pertanyaan yang berulang-ulang dan sedikit menekan?
Serta hembusan angin dingin yang kencang.
Hingga kertasku terbang dan untung terselamatkan.

Tapi,tak apalah. Jikalau kau senang.

Rasa panik ini terobati dengan rasa lega.
Tapi,apa bisa sepenuhnya lega?

Sayangnya,terukir kata belum. Belum bisa lega.
Masih ada awal bulan esok.
Semoga kamu bisa datang menghampiriku.
Berlari sambil tertawa dan tersenyum lebar kepadaku.

Tak lupa,membawa satu tangkai bunga matahari dan satu tangkai anggrek kuning.
Atau seikat tanaman perdu warna emas yang dibungkus dengan pita hijau.
Untuk hadiahku yang tertunda. Dalam waktu yang lama.

Peluk dariku untukmu.
Ku rindu menanti jawabanmu. Sungguh.
Dia yang Maha Memiliki Ilmu pun tahu. Betapa aku menyukaimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s