Magang (Internship) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Bagi sebagian mahasiswa akan mengalami yang namanya masa magang atau internship atau Praktek Kerja Lapangan (PKL).. Saya juga termasuk, dulu, salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang saat kuliah. Akan tapi, kegiatan magang di kampus saya, saat angkatan saya, bukanlah hal yang wajib dan banyak diikuti oleh mahasiswa karena kegiatan magang ini sifatnya hanya sukarela atau tidak wajib. Bahkan tidak berpengaruh sama sekali ke akademis.

Saya mau berbagi sedikit tentang PKL atau magang buat mahasiswa yang mau ikutan:

A. Cari tau bidang yang kamu sukai. Selama kuliah, kamu suka mata kuliah apa dan lebih bagus kalau kamu tau mata kuliah yang kamu sukai dengan spesifik. Kenapa? Dulu, saat saya masih mahasiswa semester akhir (sebelum buat skripsi), saya mengambil jurusan Hukum Internasional dan senang sekali dengan Hukum Humaniter Internasional. Oleh sebab itu, saat mutusin untuk magang, saya sudah tau bahwa saya ingin apply magang ke mana dan ditempatkan pada departemen hukum yang bersinggungan dengan urusan hukum internasional, syukur-syukur departemen tersebut pernah bersinggungan dengan humaniter internasional.

B. Kalau kamu sudah tau bidang yang kamu sukai, coba cari tahu tentang lembaga mana yang bisa mengakomodir keinginanmu. Kamu bisa pilih dari instansi negeri, daerah, swasta hingga organisasi. Kamu bisa browsing untuk cari tahu, syukur-syukur tempat magang yang kamu inginkan itu banyak memberikan informasi tentang ruang lingkup kerja yang mereka kerjakan. Akan tetapi kalau tidak, ya, kamu harus cari secara manual. Maksudnya catat alamat kantornya dan no teleponnya (kamu bisa kirim surat atau telepon) syukur-syukur ada alamat emailnya, kamu bisa bertanya lewat email. Bahkan kalau kamu niat banget, kamu bisa aja datang ke sana dan tanya-tanya (dengan modal SKSD *Sok Kenal Sok Dekat* untuk cari info) Well,saya rasa muka baja *yang nggak tahu malu* sangat dibutuhkan untuk hal kaya gini, toh, kamu juga ngelakuinnya demi kuliahmu dan caranya jujur kan? Kecuali kalau kamu sudah pakai duit untuk memperlancar, itu beda lagi urusannya! dan saya ga sarankan untuk pakai “pelicin”!!!

C. Kalau tahap 1 dan tahap 2 sudah ada, kamu sekarang persiapkan diri untuk membekali diri untuk ketemu dengan PIC dari tempat yang ingin kamu tuju sebagai tempat magang atau PKL. Kamu bisa siapkan dari hal-hal yang kecil misalnya kamu siapkan jawaban tentang “kenapa kamu memilih tempat magang tersebut?” “apa tujuan kamu untuk magang disitu?” mungkin lebih ke arah, apakah kamu akan banyak mendapatkan banyak hal yang bermanfaat kalau di tempat magang sini? Kalau saya dulu, saya buat mini proposal tentang diri saya. Saya paparkan secara singkat tentang biodata saya khususnya apa yang pernah saya dapatkan selama kuliah hingga semester 6. Lalu, visi saya ketika saya nantinya magang, apa yang ingin saya cari dan apa yang ingin saya tulis di dalam skripsi saya.

D. Sembari kamu siapkan bekal itu (poin C), kamu harus urus surat pengantar dari fakultas tempat kamu kuliah. Jangan, limpahkan seluruh urusan magangmu ke pihak kampus karena sepengalaman saya, kampus hanya menjadi penghubung untuk membuatkan SURAT PENGANTAR. Ingat : yang mau magang itu adalah kamu bukan kampus! Jadi, aktif lah kamu ke tempat magang dan ke akademik kampus untuk membuatkan surat pengantar.

Jadi, ketika, nanti surat itu sudah jadi dan user tempat magang tertarik dengan dirimu dan kamu akan diinterview oleh user calon tempat magang kamu, kamu nggak bingung dan gelagapan lagi harus sibuk apa aja…

Semoga bermanfaat ya!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s