HKI : MEREK (BAGIAN 6)

Setelah pemohon mengajukan permohonan dengan catatan dimana permohonan untuk 2 kelas barang atau lebih dan/atau jasa (keseluruhannya dapat diajukan dalam satu permohonan dan pemohon harus menyebutkan jenis barang dan/atau jasa yang termasuk dalam kelas yang dimohonkan pendaftarannya), Direktorat Jenderal (Dirjen) melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan pendaftaran Merek. Dirjen ini mengacu pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang berada di bawah departemen yang salah satu lingkup tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang hak kekayaan intelektual, termasuk Merek.
Dalam hal ini, menurut saya, Dirjen yang dimaksud adalah Dirjen yang ada di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Lalu, apa sajakah yang diperiksa oleh Dirjen?, berikut hal-hal yang harus diperhatikan oleh Pemohon
1. Permohonan diajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia ditujukan kepada Dirjen dan harus mencantumkan : tanggal, bulan dan tahun; nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat Pemohon (apabila Kuasa hanya nama lengkap dan alamat Kuasa); warna-warna apabila ada unsur warna-warna; dan nama negara dan tanggal permintaan Merek yang pertama kali dalam hal Permohonan diajukan dengan Hak Prioritas

2. Permohonan harus ditandatangani, baik oleh Pemohon atau Kuasanya

3. Apabila permohonan untuk 2 kelas barang atau lebih dan/atau jasa, Pemohon dapat mengajukan dalam satu Permohonan dan harus disebutkan jenis barang dan/atau jasa yang termasuk dalam kelas yang dimohonkan pendaftarannya

4. Keterangan-keterangan yang sudah saya sampaikan sebelumnya (seperti permohonan yang diajukan lebih dari 1 pemohon atau apabila pihak yang berkepentingan atas merek menggunakan kuasa hukum)

Apabila Dirjen menemukan kekurangan dalam kelengkapan, pemohon harus memenuhi kelengkapan dalam waktu paling lama 2 bulan sejak tanggal pengiriman surat permintaan untuk memenuhi kekurangan tersebut.
Apabila kelengkapan persyaratan tersebut tidk dilengkapi oleh Pemohon dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, Dirjen akan memberitahukan secara tertulis kepada pemohon atau kuasanya bahwa permohonannya dianggap ditarik kembali dan akibatnya adalah seluruh biaya yang telah dibayarkan kepada Dirjen tidak dapat ditarik kembali.

Hasil akhirnya : Apabila seluruh persyaratan administratif tersebut telah dipenuhi, permohonan tersebut diberikan tanggal penerimaan dan dicatat oleh Dirjen.

Akan timbul masalah, apabila ada perubahan terhadap permohonan pendaftaran merek setelah permohonan itu diajukan kepada Dirjen. Begini penyelesaiannya :
1. Pada intinya, perubahan atas permohonan hanya diperbolehkan terhadap penggantian nama dan/atau alamat pemohon atau kuasanya
2. Khusus untuk permohonan yang menggunakan kuasa, selama belum memperoleh keputusan dari Dirjen, Permohonan dapat ditarik kembali oleh kuasa, penarikan itu harus dilakukan berdasarkan surat kuasa khusus untuk keperluan penarikan kembali tersebut
3. Dalam hal permohonan ditarik kembali, segala biaya yang telah dibayarkan kepada Dirjen tidak dapat ditarik kembali

Menurut saya, alangkah lebih baik, apabila pemohon atau pihak yang berkepentingan untuk merek tersebut (yang menggunakan jasa kuasa) untuk benar-benar teliti untuk mencantumkan identitas maupun unsur substansi dari Merek yang akan diajukan permohonannya. Hal ini tentunya agar pemohon atau pihak yang berkepentingan akan merek tersebut tidak mengalami kerugian banyak hal terutama dari segi biaya! selain waktu, tenaga, dan juga “keuntungan bisnis”.

Untuk tahap setelah penerimaan permohonan pendaftaran merek, saya akan beritahukan lebih lanjut😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s