Hak Kekayaan Intelektual (HKI) : PENGANTAR

Anda seorang Pengarang lagu? Penulis buku? Penemu mesin yang punya banyak fungsi untuk kemudahan manusia? Pencipta suatu barang dengan menawarkan kenyamanan sekaligus keindahan? atau seorang Pecinta tanaman sehingga bisa menemukan jenis-jenis tanaman baru yang memiliki daya tahan yang kuat dari serangan hama?

Jika jawaban Anda, iya, maka Anda hebat karena dapat menghasilkan atau menciptakan karya-karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang! Tapi jika belum, Anda bisa dari sekarang mencoba untuk menciptakannya.. Lalu, bagaimanakah Anda dapat mengkategorikan karya-karya Anda? Bagaimanakah dengan perlindungannya? Apakah Anda akan merasa aman apabila karya-karya Anda itu telah diketahui khalayak ramai?

Keraguan-raguan Anda bahwa Anda tidak akan merasa terlindungi apabila karya Anda telah diketahui masyarakat dapat Anda pupuk dan akhiri sudah!
Bagaimana caranya? Apakah ada satu ilmu yang dapat menjadi dasar untuk meng-aman-kan seluruh karya-karya Anda?

Hak Kekayaan Intelektual, jawabannya! Lalu, apakah Hak Kekayaan Intelektual atau yang dikenal atau disingkat dengan HKI?

HKI ini merupakan padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR), yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasikan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia.

HKI ini kemudian menimbulkan hak ekonomis dari sesuatu yang berasal dari hasil intelektual seseorang, lebih dari 1 orang ataupun Badan Hukum. Hak ekonomis ini tentunya dapat dinikmati oleh sang pembuat, pencipta atau penemunya. Tetapi, di sisi lain, hak ekonomis ini juga dapat dinikmati melalui lisensi atau izin yang diberikan oleh pemilik dari karya-karya intelektualnya!

Sistem HKI ini merupakan hak privat (private rights), yang maksudnya adalah seseorang diberikan kebebasan  untuk mengajukan permohonan untuk mendaftarkan karya intelektualnya (mau mendaftarkan atau tidak mendaftarkan). Dalam hal ini, apabila seseorang tersebut mau mendaftarkan karyanya, negara akan memberikan hak eksklusif kepadanya sebagai bukti penghargaan negara atas hasil karya yang ditemukan atau diciptakan. Tentunya. proses pendaftaran atau permohonan ini juga akan membantu bagi individu-individu lainnya untuk dapat memanfaatkan karya-karya tersebut dan dapat mencegah dari adanya karya-karya yang sejenis (teknologi atau karya-karya intelektual lainnya).

Obyek HKI  di Indonesia (berdasarkan Undang-Undang) ada 7 (tujuh)  jenis antara lain : Hak Cipta, Paten, Merek, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Rahasia Dagang, dan Pemuliaan Varietas Tanaman.

HKI menjadi isu yang sangat penting bagi di tiap-tiap negara dikarenakan HKI itu sendiri tidak bisa dilepaskan dari kegiatan perdagangan baik nasional maupun internasional. Hal ini dapat dibuktikan bahwa telah ada lembaga internasional yang mengatur HKI yaitu World Intellectual Property Organization (WIPO) dimana WIPO ini merupakan suatu badan khusus PBB yang menangani tentang HKI. Ditambah lagi, bahwa sekarang ini, pembangunan ekonomi di negara-negara (baik negara berkembang maupun negara maju) semakin diramaikan oleh campuran antara kecerdasan dan kreatifitas di bidang ilmu pengetahuan. Satu hal yang perlu diingat bahwa Indonesia telah menjadi negara peserta (state party) dan telah meratifikasi Paris Convention for the Protection of Industrial Property. Oleh sebab itu,  HKI mendapatkan bagian yang penting dimana dalam hal ini adanya Dirjen Hak Kekayaan Intelektual yang menangani seluruh hal yang berkaitan dengan HKI. 

Dengan adanya pengantar tersebut, saya ingin berbagi sedikit mengenai 7 jenis HKI melalui post-post saya selanjutnya dimana masing-masing dari jenis HKI itu akan dijelaskan menjadi beberapa bagian..
Saya akan memulai dari : (1) Merek; (2) Paten; (3) Desain Industri; (4) Pemuliaan Varietas Tanaman; (5) Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu; (6) Hak Cipta; dan (7) Rahasia Dagang.

Note : Post tentang HKI ini dibuat untuk memenuhi keinginan teman saya😀 Saya bukanlah praktisi yang mengetahui setiap detil; melainkan hanya penulis yang mengumpulkan dari berbagai macam literatur yang nantinya akan saya cantumkan sumbernya! Oleh karena itu, apabila ada kesalahan, mohon maaf!

Selamat menikmati post-post saya tentang HKI selanjutnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s