Cari Kos? Ada sedikit saran nih

Kalau di akhir bulan Mei, Juni, Juli, dan Agustus, di kota saya sekarang tinggal, Yogyakarta, akan selalu didatangi oleh banyaknya mahasiswa dari luar kota bahkan dari luar pulau! Tujuan mereka sama yaitu mencari sekolah atau perguruan tinggi! Maka dari itu, tak sedikit dari mereka yang mencari kost atau asrama, bagi mereka yang tidak punya sanak keluarga yang tinggal di Yogyakarta..

Saya sendiri juga termasuk anak kos meski saya punya tante dan om yang tinggal di Yogyakarta. Ada alasan kenapa saya mau cari kos saja, Pertama, saya ini anaknya hiperaktif alias senang kalau punya banyak kegiatan.. Berangkat pagi pulang sore bahkan malam, saya lewati hampir tiap hari dan belum lagi kalau ada teman yang mengajak untuk pergi sekedar melepas bosen *trutama setelah habis ujian*; dan Kedua, saya anaknya cuek.. Seminggu sekali saya bersihkan total kamar tidur (pel dan lap-lap).. Bukannya saya males ya, tapi karena kuliah saya banyak dan padat plus masih ada kegiatan yang lain.. Tapi untuk bed, saya pasti selalu rapikan habis bangun tidur.. Lantai, saya sapu tiap hari.. Untuk baju kotor, saya selalu laundry-kan tiap 3 hari sekali.. Untuk makan, saya terbiasa untuk makan di luar *menghemat sampah makanan* dan kalaupun makan di kos, saya selalu buang sampahnya di bak sampah kos.. Sedangkan trash basket saya hanya untuk sampah kering (kertas dan plastik).. Jadi, kotoran di dalam kamar bisa diminimalisir. Untuk debu, kebetulan kamar kos saya bagian atasnya ada jendelanya jadi bisa saya buka sedikit dan begitu juga jendela besarnya.. Jadi kalaupun ada debu, tidak terlalu banyak..
Sampai kuliah Master pun saya juga masih tetap nge-kost.. Sudah nyaman sih.. Tapi, untuk kos yang selama kuliah master ini saya mengalami ketidaknyamanan.. Makanya saya sampai pindah 2 kali dan terakhir pindah ke rumah (ortu beli rumah).. Nah, ada beberapa saran buat kamu yang mau cari kos, nih sarannya :
1. Suasana
Ini penting banget bagi kamu yang nggak suka ramai, biasa ramai, atau yang suka sekali dengan ramai-ramai.. Perhatikan jumlah kamar di kos.. Kamar banyak belum tentu ramai (ini terjadi dengan saya saat kuliah S1 dulu, dari 19 kamar, hanya saya anak sosial dan sisanya anak FK yang cenderung serius) tapi bisa aja kamar banyak, ya ramai juga. Lebih baik, kamu tanya ke pengelola kos, kebanyakan yang menghuni dari fakultas apa?Ini sedikit banyak berpengaruh lho.. Kalau kebanyakan anak sosial, kuliah mereka jauh lebih sedikit di luar kelas *ga ada praktikum* yang berbeda dengan anak yang kuliah di ilmu pasti yang lebih banyak praktikum atau tutorial.. Tapi, sebenarnya tiap-tiap dari kita sudah punya feeling ya pas tiap masuk ke kos. Suasananya seperti apa dan anak-anak kos lainnya yang menghuni seperti apa.. Apakah mereka cukup bersahabat atau cukup individual..
Pastikan juga tidak ada anak kecil (entah bapak atau ibu kos yang punya baby atau anak kos lainnya (mbak kos yang sudah berkeluarga dan membawa anaknya yang masih kecil).. Ini berpengaruh sekali lho!! Kalian bisa bayangkan kalau besok ada ujian dan di tengah malamnya pas kamu besoknya mau ujian, ada suara tangis menggelegar dari anak kecil! Pasti kepala pusing karena kaget dan mood kamu pasti langsung jelek.. Ini beda dengan yang tipe tidurnya kaya kebo ya😛

2. Jarak
Bagi kamu yang punya kendaraan, ga masalah kalau kos kamu jauh dari kampus.. Tapi, kalau kamu yang nggak punya kendaraan, cari yang dekat lah.. Paling tidak dekat dengan kendaraan umum atau bisa jalan kaki dengan waktu 10-15 menit untuk jalan santai dan 10-20 menit untuk kendaraan kalau mau santai.. Bukannya apa-apa.. Yogyakarta sekarang ramai banget bok! Kalau pagi dan sore sudah pasti macet! FYI, bagi kamu yang kuliah di universitas yang sama seperti saya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Kuliah jam pertama itu jam 7.00 pagi!! Kalau ujian *seingat saya* jam 7.30 pagi atau jam 8.00 pagi.. Dispensasi terlambat 15-30 menit! (tergantung kindness sang dosen dan atau jadwal ujian!)

3. Pembantu kos
Sebisa mungkin ada pembantu kos kalau nggak ada pengelola kos (bapak ibu kos).. Ini demi kenyamanan lingkungan *bersihin depan kamar kamu, buang sampah di trash basket mu, nyiram jalanan yang lagi musim kemarau (meminimalisir debu dan buat mata lebih sejuk karena ada aliran air) dan penyampai berita ke pengelola kost kalau kamar mandi, dapur, atau garasi kos ada yang rusak atau nggak nyaman buat kamu* dan keamanan kos *sebagai resepsionis kalau ada tukang pos atau tukang kirim barang kaya J*E, T*ki,Fed#x, dll dan satpam kalau ada orang-orang asing yang datang ke kos* Bahkan mereka juga bisa didayagunakan untuk bilang kamu ga ada di kos kalau kamu ga mau diganggu di kos😛 Jadi pembantu kos ini hebaaat sekali lho keberadaannya!😀

4. Harga per bulan
Ini merupakan hal yang paling sensitif bagi anak kos😀 Pastikan harga yang kamu bayar itu sudah menguntungkan buatmu.. Tanyakan bagaimana listriknya (ada beberapa kos yang mencantumkan free-charge untuk biaya listrik tapi harga kamar sudah dimahalkan.. Ada juga yang hanya elektronik tertentu saja yang free-charge dan elektronik lainnya ada tambahan), bagaimana air nya (males kan, kalau kamu sudah bayar kamar kos mahal eh airnya sering ngadet) atau  jumlah kamar mandi dibandingkan kamar tidur supaya nggak berebutan dengan kamar mandi yang lain (kecuali kalau kamu pilih kamar mandi dalam) dan bagaimana fasilitas lainnya seperti dapur, garasi, dan tempat cuci, jemur dan setrika (apakah bisa dipakai bersama atau tidak dan apakah ada biaya tambahan lainnya seperti gas, listrik, atau tempat motor atau mobil)

5. Lain-lain
Kamu perlu tanyakan juga jangka waktu minimal pemberitahuan kalau kamu mau pindah kos *biasanya sih minimal 1 bulan sebelum kamu mau pindah kos, kamu harus beritahu pengelola kos karena kalau nggak kamu bisa dikenai charge dan harganya bisa setara dengan 1 bulan kos kamu.. Nyeseek kan?* dan juga tanyakan bagaimana kalau ada teman kamu yang mau menginap di kos kamu.. Kamu harus tanyakan ini karena ada beberapa kos yang mengenakan charge kalau teman kamu menginap dengan alasan teman kamu memakai air dan listrik dan fasilitas di kos kamu dan menurut pengalaman saya, kalau teman saya menginap harus bayar Rp15.000 – Rp20.000/ malam..

Segitu dulu saran yang bisa saya kasihkan.. Kalau ada tambahan, ya saya tambahin lagi.. Tapi, ini semuanya balik lagi ke kamu.. Kalau kamu punya budget yang besar ya bisalah pilih yang paling baik dan nomor satu semuanya.. Tapi, kalau kamu punya budget yang nggak begitu besar *sama kaya saya* pilih yang nyaman suasananya *meski nggak kamar mandi dalam* dan efisiensi antara kos dan kampus untuk mengirit biaya transportasi *bagi yang ga punya kendaraan seperti saya*😀

Happy choosing the boarding house, friends.. Happy studying, too😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s