Hukum “Hidup” Indonesia

Kebanyakan tahu bahwa teman-teman saya bekerja di perusahaan tambang maupun perusahaan minyak dan gas (atau nama seksi mereka adalah are mining companies and oil and gas companies) mengingatkan saya akan satu hukum..

Jreeeng.. Jreeeng.. HUKUM ADAT!

Kenapa? Kok bisa?

Setelah saya pikir-pikir Hukum Adat itu salah satu hukum yang menantang.. Kenapa? Hukum Adat itu merupakan hukum yang terus hidup dan berkembang selama masyarakat itu ada.. Dengan kata lain, Hukum Adat itu merupakan the living law.. Oleh sebab Hukum Adat itu merupakan the living law, Hukum Adat itu merupakan hukum yang tidak ada kodifikasinya atau dapat dikatakan hukum yang tidak tertulis.. Tapi jangan salah lho.. Dikatakan hukum karena hukum adat memiliki sanksi yang bisa menimbulkan akibat hukum.. Ngeri ga,tuh? Ngerii ya..*saya ga bisa bayangin kalau saya terlahir jadi salah satu anggota masyarakat hukum adat.. Bisa kena setrap terus tiap hari dari ketua adat maupun kakak-kakak adat*

Sekarang ini, hukum adat ada hubungannya dengan perusahaan-perusahaan “Seksi” tersebut lho! (secara langsung atau nggak langsung) Ini menurut saya! Bagaimana tidak? Kan dikemudian hari, tanah yang dihuni oleh masyarakat adat kebanyakan dan baru ketahuan mengandung bahan tambang.. Atau, memang tanah mereka (masyarakat adat) nggak mengandung bahan tambang tapi lokasinya berdekatan dengan lingkungan sekitar masyarakat adat itu tinggal dan bergantung (mata pencahariaan) seperti sungai dan hutan.. Belum lagi, kalau tanah mereka itu *menguntungkan beberapa pihak* banyak budaya, ritual, kebiasaan yang mereka selalu lakukan dari generasi ke generasi di bawahnya akan tergerus.. Dan sekarang harus berbagi dengan nongolnya itu pabrik atau perusahaan segede-gede kawah Gunung Tangkuban Perahu! Berarti apa? Kalau ngomongin tentang hukum adat itu mau ga mau berkaitan sama banyak bidang, seperti agraria, lingkungan, pemerintahan daerah bahkan hak asasi manusia.. Ini menurut saya!

Cuma, mirisnya adalah negara tercinta kita ini belum punya peraturan hukum yang mengatur komprehensif tentang perlindungan masyarakat hukum adat lho! *maksud saya, bukan hukum adatnya yang diatur tapi eksistensi masyarakat hukum adatnya* Padahal, Indonesia sudah ikut ambil bagian *beri suara* atas disepakatinya UNDRIP bulan September 2007.. Kalau tidak salah, lebih dari 100 negara yang mengadopsinya.. Kecuali beberapa negara seperti USA, Canada, Australian, New Zealand *belakangan diketahuin Australian dan New Zealand sudah ikutan adopsi* Bahkan Australia yang awalnya keberatan adanya UNDRIP ini udah punya customary law tentang suku Aborigin lho!! Gile ga tuh??

Tapi, angin segarnya adalah RUU tentang perlindungan masyarakat hukum adat sedang digodok.. Well, semoga saja dapat segera diundangkan.. Inginnya ya, seluruh keinginan masyarakat hukum adat didengarkan lah! Sudah saatnya lho! Tanah yang mereka huni sejak dahulu kala sebelum para perusahaan itu beroperasi benar-benar dapat dikelola oleh masyarakat hukum adat! Dan sudah saatnya juga, perusahaan-perusahaan besar itu WAJIB aware dengan hak-hak masyarakat adat yang mayoritas tinggal jauuuuuh lebih lama daripada adanya perusahaan-perusahaan itu! Jadi sama-sama enak kan.. Kalau kata guru biologi SMP saya *Simbiosis Mutualisme*😀

Long life, Indigenous People!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s