Tes Psikotes, Sejuta Rasanya! *Sumpah!*

Saya adalah orang yang paling nggak suka tes psikotes! Entah kenapa ya..Buat saya, bukan berarti tes itu nggak penting tapi aduuuh,ada yang lebih enak nggak sih dibanding tes psikotes? Mending tes menyanyi atau tes makan es krim *bisa ngabisin berapa banyak dalam hitungan menit*
Nah, selama saya lulus kuliah dan cari pekerjaan, musuh terbesar saya adalah tes psikotes.. Idiiih, bencinya sama aja kaya pelajaran KIMIA deeh!! Bedanya kalau KIMIA bisa dihindarin tapi kl Psikotes nggak bisa sama sekali. Tapi, ada tapinya nih! Saya lolos tes psikotes untuk masuk di perusahaan idaman saya dulu yaitu perusahaan tambang (meski gagal di interviewnya gara-gara saya sering menjawab “saya ingin sekolah lagi” dan memang saat itu saya udah daftar sekolah lagi dan keburu bayar uang pendaftarannya) dan institusi untuk jadi PNS (meski gagal di wawancara, dimana usernya bilang saya freshgrad dan nggak pantas jadi CPNS! Whaaaattt???!!) Tapi, pada akhirnya, saya malah kerja di perusahaan jurnalistik *Jakarta Barat*, Law Firm *Jakarta Selatan*, dan perusahaan berkutat di bidang franchise “Yogyakarta” yang nggak pakai tes psikotes karena mereka suka dengan kemampuan substantif saya dan lancar wawancara! *
Saya ada mau berbagi soal tes psikotes yang pernah saya ikuti *hati-hati lho, saya pernah dibentak-bentak sebelum tes psikotesnya sama instrukturnya (karena saya mengeluarkan HP dan maksud saya mau mematikan, eh, instrukturnya langsung ngebentak saya untuk nggak pegang HP!) dan dalam hitungan agak lama *padahal masih nunggu dia rapi-rapi dokumen*, tesnya dimulai! Saat itu, saya mau tes psikotes untuk jadi calon dosen! Tapi, alhamdulillah, saya lolos! Itu tes psikotes yang paling mengerikan yang pernah saya alami bahkan jauh lebih ngeri dibandingkan tes psikotes di perusahaan tambang *milik Capres 2014, dimana saya lolos* yang instrukturnya ramaaah banget dan murah senyum plus ganteng lagi dan belum tua-tua amat! *kwaak kwaak kweek*
Berikut ini macam tes psikotes yang pernah saya ikuti, selamat membaca!

1. Tes yang terdiri dari 8 kotak; masing-masing kotak ada unsur yang harus dijadikan bagian dari satu kesatuan gambar. Biasanya instruktor akan meminta peserta untuk memilih dan menulis gambar apa yang mudah, susah, disukai dan tidak disukai

2. Tes Kemampuan atau ada istilah lainnya; tes ini biasanya terdiri dari 4 bab: Bab tentang sinonim dan antonim, Bab tentang tes kuantitatif, Bab tentang Logika, dan Bab tentang Bangun Ruang yang dibolak-balik atau Gambar Dadu yang harus dibolak-balik. (Note : kalau kamu ada budget lebih, kamu bisa ikutan juga tes OTO Bappenas deh! Saya udah 2x ikut dan skor pertama saya 550 lebih sedikit (lupa berapa nominalnya) dan terakhir saya 667 pas (seinget saya standar calon mahasiswa Pascasarjana buat UGM itu 500 dan kalau buat Program Doktor itu 550 (khusus untuk UGM bisa pakai TPA yang dikeluarkan dari Fakultas Psikologi UGM kalau nggak punya dari OTO Bappenas). Tapi untuk calon Dosen minimal 600 (khusus dari OTO Bappenas))

3. Tes yang menjumlahkan angka di tiap-tiap baris.. Tergantung dari instruktornya.. Biasanya ada yang dari atas ke bawah, bawah ke atas, menyambung antar tiap baris yang kemudian instruktor memerintahkan untuk peserta menarik sebuah garis, atau masing-masing baris diselesaikan dan jika sudah sampai baris paling atas, peserta tidak boleh menghitung angka di baris sebelahnya alias peserta harus berhenti.. Biasanya diberi waktu yang tidak lama dan tergantung dari instruktornya

4. Tes Gambar; biasanya ada 2 gambar : gambar orang dan gambar pohon.. Instruktor akan beri waktu peserta untuk menggambar dan gambar ini akan dilakukan di kertas terpisah. Untuk gambar orang, biasanya kamu akan diminta untuk menulis nama orang yang kamu gambar, berapa usianya, dan sedang apa. Sedangkan, untuk gambar pohon, biasanya peserta diminta untuk menulis gambar pohon apa. (Note : saya pernah cerita sama staf papa saya yang kebetulan lulusan Psikologi *meski dia nggak yakin apa arti dari gambar orang yang saya buat* hasilnya saya ketawa ngakak dibilang saya punya kelainan sifat karena saya suka menggambar yang detil.)

5. Tes Kepribadian; tes ini tidak ada salah benar jawabannya. Peserta diminta memilih jawaban sifat mana yang paling mendekati dengan sifat peserta.

Biasanya sih, satu rangkaian tes sekitar 2-3 jam ya.. Tergantung dari jadwalnya. Kalau saya, hampir tiap pagi jam 8.00, saya memulai tes psikotes..

Intinya, kamu harus santai dan jangan lupa untuk sarapan sebelum Psikotes.. Karena pengalaman saya, perut saya krucuk-krucuk saat ngerjain tes meski saya sudah sarapan😀 Akan lebih baik, kalau kamu sudah tahu tempat tes sebelumnya. Jadinya bisa lebih tenang. Satu hal yang kamu nggak boleh lupa, BERDOA! Semoga Tuhan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan rangkaian tes dan hasilnya kamu lolos!.. Aaamiiin😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s